Di beberapa negara George Soros di ibaratkan sebagai 'bajak laut' dan kehadirannya kurang di sukai. Negara-negara tersebut antara lain Thailand, Inggris dan Malaysia. Spekulan, atau tepatnya trader forex yang satu ini memang bisa kaya raya dengan memperdagangkan nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Namun Soros tidak trading 'ecek-ecek' cuman satu atau dua lot, tetapi ratusan ribu bahkan jutaan lot dengan dana sindikasi dari berbagai bank.
Sejak berhasil membobol Bank of England (BoE) pada tahun 1992 dengan modal sindikasi sebesar US$ 10 milyard dan menghasilkan profit lebih dari USD 1 milyard dalam sehari, sosok pria kelahiran Budapest, Hungaria yang pernah bekerja sebagai trader di sebuah broker forex di New York itu menjadi sangat ditakuti oleh negara-negara yang mata uangnya relatif rentan terhadap serangan spekulan. Negara-negara tersebut biasanya memiliki cadangan devisa yang agak kurang memadai.
Namun demikian sosok George Soros sebenarnya tidak hanya tertarik pada pendapatan yang luar biasa dari forex saja, ia juga tertarik mengamati dengan seksama kebijakan para politikus dan haluan politik suatu negara. Ia dikenal aktif berderma untuk perubahan politik suatu negara yang dinilainya sewenang-wenang. Dengan menggunakan posisinya sebagai pebisnis forex terkemuka, ia bisa'menghukum' sebuah negara yang kebijakan moneter dan politiknya kurang fair dan cenderung mengabaikan pencapaian data fundamental ekonomi yang positif.
Dengan demikian tekanan secara finansial, Soros berharap pemerintahan negara tersebut bisa merubah kebijakan politiknya. Soros boleh jadi ditakuti oleh orang-orang pemerintahan negara tersebut, namun masyarakat pada akhirnya membenarkannya.
Sumber : www.investopedia.com
George Soros, Sosok Ditakuti Di Bisnis Trading Forex
4/
5
Oleh
Unknown
